OR [rank_math_breadcrumb]

Taiwan Hidup Bersebelahan dengan Covid-19, Meninggalkan Taktik 0 Covid

  • 1 min read
  • Apr 09, 2022

Taiwan akan tinggalkan taktik 0 Covid untuk mengubah konsentrasi pada beberapa kasus kronis, dalam usaha hidup bersebelahan dengan virus corona.

Informasi itu dikatakan Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shing-chung pada Kamis (7/4/2022).

Keputusan itu membuat China–dan pusat keuangannya di Hong Kong–sebagai salah satu negara ekonomi khusus yang berdasar tegar pada taktik 0 Covid, walau Omicron menerobos pertahanan mereka.

Taiwan tutup mayoritas perbatasannya dan mengaplikasikan ketentuan karantina ketat sepanjang wabah, hingga jaga jumlah kasus Covid-19 masih tetap rendah.

Saat ditanyakan dalam sesion parlemen pada Kamis apa Taiwan ada dalam babak peralihan dari memburu 0 kasus jadi hidup dengan virus corona, Menteri kesehatan Chen Shih-chung menjawab, “Ya, Anda dapat ngomong demikian.”

“Kami tidak hentikan perjalanan ke arah transparansi, ini ialah arah kami tapi kami akan menjaga management yang efisien. Arah intinya saat ini ialah mitigasi bahaya,” sambungnya diambil dari AFP.

Informasi Chen diutarakan satu hari sesudah Presiden Tsai Ing-wen mengatakan ketenangan dan keyakinan pada kekuatan Taiwan untuk hadapi kenaikan kasus Covid-19.

“Dengan vaksinasi terus-menerus dan pemakaian sumber daya klinis yang ditarget, kami terus memburu arah untuk kurangi bahaya sekalian pastikan kesehatan ekonomi kami,” twitnya pada Rabu (6/4/2022).

Untuk mayoritas Maret, Taiwan menulis jumlah kasus pada sebuah digit, tapi infeksi semakin meningkat semenjak 87 kasus disampaikan pada 31 Maret.

Pada Kamis (7/4/2022) kasus baru Covid Taiwan naik jadi 382, jadi rekor tahun ini dan sepanjang tujuh beruntun kasus sehari-hari lebih dari 100.

Chen menjelaskan, Taiwan tidak bisa seutuhnya hidup dengan virus corona tapi merencanakan untuk dengan bertahap longgarkan syarat karantina.

Satu perihal yang dicemaskan ialah tingkat vaksinasi yang buruk. Sekarang ini, 79 % komunitas sudah terima dua jumlah tapi baru 51 % yang mendapatkan booster.

Tingkat vaksinasi corona Taiwan di kelompok orangtua sebagai demografi yang paling rawan rendah.