OR [rank_math_breadcrumb]

Satu Orang Pelaku BPK Jawa barat Diputuskan Terdakwa Pemerasan RS dan Puskesmas di Kabupaten Bekasi

  • 2 min read
  • Apr 01, 2022

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jawa barat) tentukan salah satunya pelaku Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Daerah (Kanwil) Jawa Barat sebagai terdakwa pemerasan pada rumah sakit (RS) dan puskesmas di Kabupaten Bekasi.

Hal itu diutarakan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana saat pertemuan jurnalis di kantor Kejati Jawa barat, Kamis (31/3/2022).

“Sesudah gelar kasus team penyidik mengaitkan jika pada pelaku AMR diputuskan sebagai terdakwa,” sebut Asep.

Penentuan AMR ini berdasar dua alat bukti yang cukup, hingga Kejati Jawa barat menaikan kasus ini mejadi penyelidikan.

Sementara untuk pelaku berinisial F, Kejati tidak memutuskan penyelidikan karena belumlah cukup bukti.

“Pada pelaku F, yang kami berikan ditangkap bersama AMR berdasar hasil pengecekan secara intens sepanjang malam, belum juga diketemukan cukup bukti untuk ditingkatan ke tahapan penyelidikan,” katanya.

Karena itu, F diberikan ke BPK Jawa barat untuk dilaksanakan pembimbingan.

“Pada pelaku F kami berikan ke BPK Propinsi Jawa barat untuk pembimbingan seterusnya,” sebut Asep.

Walau demikian, Kejati Jawa barat tidak tutup peluang lakukan peningkatan, dan jika dalam prosesnya mendapati alat bukti yang kuat, karena itu faksinya akan balik minta pertanggungjawaban F.

“Andaikan kelak dalam penyelidikan dapatkan cukup alat bukti, karena itu kami akan minta pertanggungjawaban ikut serta dan turut bersama dalam tindak pidana pemerasan itu,” tegas Asep.

Sempat tertangkap OTT

Sebelumnya telah dikabarkan, 2 orang karyawan BPK RI Kanwil Jawa barat itu terlilit operasi tangkap tangan (OTT) Kejati Jawa barat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi.

Adapun 2 orang itu dijumpai berinisial AMR dan F yang ditangkap di kantor Tubuh Pengurus Keuangan dan Asset Wilayah (BPKAD) Kabupaten Bekasi pada Rabu (30/3/2022).

Ke-2 nya sempat diperhitungkan lakukan pemerasan pada rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Bekasi.

Team kejaksaan sempat memeriksa apartemen yang ditempati aktor dan sukses amankan uang Rp 350 juta.

“Sesudah kami kalkulasi dan periksa lagi tanda bukti banyaknya Rp 351.900.000 itu sesudah kami periksa lagi, kalkulasi dengan mesin,” sebut Asep.