OR [rank_math_breadcrumb]

Rusia Stop Kerja Sama di Stasiun Luar Angkasa Internasional Dampak Ancaman Perang Ukraina

  • 2 min read
  • Apr 04, 2022

Rusia akan hentikan kerja-sama di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai respon atas ancaman yang dijatuhkan atas agresi Rusia ke Ukraina.

Kepala tubuh antariksa Roscosmos Rusia Dmitry Rogozin, mencap ancaman sebagai “tidak bisa diterima”, dan menjelaskan tidak kembali bekerja dengan partner, terhitung NASA dan Tubuh Antariksa Eropa di pos paling depan orbit.

Menulis di Twitter, Rogozin menjelaskan: “Status partner kami terang: ancaman tidak ditarikā€¦ Saya memandang kondisi ini tidak bisa diterima.”

Ia menambah jika ancaman dari AS, Kanada, Uni Eropa, dan Jepang diperuntukkan untuk memblok aktivitas keuangan, ekonomi, dan produksi perusahaan tehnologi tinggi Rusia.

Ancaman dipandang direncanakan “untuk membunuh ekonomi Rusia, menjerumuskan rakyat dalam keputusasaan dan kelaparan, dan membuat Rusia menyerah.”

“Terang jika mereka tidak segera dapat lakukan ini, tapi tujuannya terang.”

Maka dari itu, katanya, jalinan normal di antara partner di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan project bersama yang lain cuman bisa dipulihkan dengan pencabutan ancaman “ilegal” tanpa persyaratan.

“Saran detil Roscosmos mengenai waktu penuntasan kerja sama di dalam ISS dengan tubuh antariksa Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Jepang akan disampaikan ke pimpinan negara kita dalam kurun waktu dekat.”

Sesudah gempuran Rusia ke Ukraina, kerjasama di antara tubuh antariksa di laboratorium internasional mayoritas tidak dipengaruhi oleh perang yang tetap bersambung di Bumi. Sementara project bersama yang lain seperti penyeluncuran sudah diurungkan.

Baru pekan kemarin dalam kembalinya yang dipantau ketat, astronot AS Mark Vande Hei landing dengan selamat kembali di kapsul yang serupa dengan 2 kosmonot Rusia, di tengah-tengah bertambahnya kemelut di antara Moskwa dan Washington berkaitan perselisihan itu.

Saat tiga kosmonot alternatif Rusia datang di stasiun luar angkasa bulan kemarin, Roscosmos menampik penglihatan jika mereka memutuskan untuk kenakan setel penerbangan kuning dengan garis biru – warna bendera nasional Ukraina – untuk memberikan dukungan negara tersebut.

“Terkadang kuning cuman kuning,” sanggahhan faksi Roscosmos waktu itu.

Presiden AS Joe Biden umumkan ancaman ekonomi AS pada Kremlin semenjak Februari. Ia memerintah limitasi export tehnologi tinggi pada Rusia, yang ucapnya direncanakan untuk “turunkan” industri kedirgantaraannya, terhitung program luar angkasanya.

Rogozin mencela perlakuan itu, memandang cara barusan bisa “merusak” kerja team ISS dan mengakibatkan laboratorium angkasa itu keluar orbit.

Ia menekan tubuh antariksa lain mengambil ancaman pada beberapa perusahaan di industri roket dan ruangan angkasa Rusia, untuk pastikan tugas di ISS bersambung dan memberi tenggat waktu sampai bulan akhir.

Sebagai respon, tubuh antariksa lain akui memiliki komitmen meneruskan kerja sama di stasiun luar angkasa, tapi tidak memberi tanda-tanda beberapa langkah ekonomi akan dipermudahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.