OR [rank_math_breadcrumb]

Razia Warung Makan Saat Puasa di Tasikmalaya, Beberapa Besar Konsumen Siswa Mengenakan seragam

  • 1 min read
  • Apr 11, 2022

Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, merazia beberapa warung makan yang ngotot bekerja siang hari sepanjang puasa di sejumlah titik keramaian daerah Kota Tasikmalaya, Minggu (10/4/2022).

Minimal lima warung makan di Komplek Olahraga, Dadaha, Kota Tasikmalaya, ketahuan layani konsumen sedang makan siang yang mayoritas beberapa siswa mengenakan seragam sekolah.

Petugas memberi teguran ke warung makan untuk tidak bekerja siang hari sepanjang Ramadhan untuk menghargai beribadah puasa di wilayah yang dikenali sebagai kota santri itu.

“Kami mendapati beberapa warung yang bekerja siang hari layani konsumen. Secara fisik telah ditutup, tetapi dalam masih tetap ada yang makan, lewat pintu samping, kami dapatkan di (teritori) Dadaha banyak,” terang Kepala Sektor Keteraturan Umum, Ketenangan Warga, dan Pelindungan Warga, Satpol PP Kota Tasikmalaya, Budhi Hermawan, Minggu sore.

Budhi menambah, faksinya terus akan memantau tiap warung yang membuka pada siang hari itu.

Jika nanti masih tetap memaksakan membuka pada siang hari akan ditindak tegas mulai penyegelan sampai ancaman denda.

“Kami memberi peringatan. Kami membuat peringatan tercatat, supaya pemilik membuat pengakuan. Jika di masa datang masih ngeyel, kami akan beri ancaman tegas dengan bertahap. Bisa saja saja ancaman penyegelan atau denda, yang tertinggi itu ancaman denda,” sambungnya.

Faksinya meramalkan warung makan akan ngotot membuka siang hari makin ramai mendekati pekan-pekan paling akhir Ramadhan.

Mereka nanti akan membuka dengan beragam argumen dan hal tersebut terus akan dipantau oleh petugas.

“Kurang lebih dalam seminggu ini ada sekitaran lima yang terkena razia. Karena mungkin awalnya, bisa meredam. Umumnya mulai akhir Ramadhan itu banyak yang menyalahi ketentuan dengan argumen kegiatan banyak mulai. Kami terus akan kerjakan pemantauan,” ujarnya.