OR [rank_math_breadcrumb]

Presiden Berikan Kedudukan Baru untuk Luhut, Demokrat: Geram-marah di Sidang Cabinet Cuman Drama di Siang Berlubang

  • 2 min read
  • Apr 10, 2022

Partai Demokrat akui bingung dengan cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memutuskan Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan jadi Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Deputi Tubuh Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani memandang pemilihan itu kebalikannya dengan sikap Jokowi yang geram-marah di sidang cabinet.

Walau sebenarnya, khalayak memandang Luhut semestinya memperoleh peringatan dan ancaman sesudah membuat keributan berbentuk wawasan penangguhan pemilu sampai ekstensi periode kedudukan presiden.

“Pemilihan LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) jadikan kejadian geram-marah di sidang cabinet cuman jadi drama pada siang berlubang yang tidak lucu. Mungki presiden tidak mikir bila itu mendegradasi kewibaannya,” kata Kamhar dalam penjelasannya, Sabtu (9/4/2022).

Kamhar menjelaskan, pemilihan Luhut terang ditanyakan khalayak.

Karena, dia masih ingat bagaimana Presiden Jokowi mempertunjukkan amarah dalam sidang cabinet pada beberapa pembantunya, terutamanya masalah ada wawasan penangguhan pemilu sampai presiden tiga masa.

Kamhar selanjutnya menguraikan beberapa keributan yang dipandang dilaksanakan oleh Luhut, dimulai dari claim big data 110 juta orang di sosial media menginginkan penangguhan pemilu sampai ekstensi periode kedudukan presiden.

Disamping itu, Luhut dipandang oleh elite parpol penguasa sebagai perdana mentri.

“Pengangkatan LBP ini membuat khalayak menanyakan sikap presiden yang beberapa lalu mempertunjukkan amarah pada pembantu-pembantunya yang ada di balik wawasan itu di muka khalayak,” kata Kamhar.

Di lain sisi, Kamhar memandang pemilihan Luhut membuat kesan-kesan Presiden abai pada inspirasi rakyat dan mahasiswa yang masih berdemonstrasi.

Menurutnya, banyak faksi saat ini selalu berdemonstrasi untuk menuntut presiden mengatur dan melakukan tindakan tegas memberi ancaman ke beberapa pembantunya sebagai pemicu keributan politik, terhitung Luhut.

“Tetapi, belum surut rumor ini, bukanlah memperoleh punishment, LBP justru memperoleh promo. Khalayak pasti jadi makin bertanya, terhitung menanyakan rekanan di antara Pak Jokowi dan Pak LBP sebetulnya seperti apakah?” bertanya Kamhar.

Maka dari itu, Kamhar menanyakan apa sebagai pemikiran presiden hingga memberi kedudukan banyak sekali ke Luhut.

Menurutnya, secara managerial, proses pemilihan Luhut yang banyak sekali memperoleh status dipandang salah.

“Individu role over load dan seakan-akan kita mempunyai kebatasan atau kritis SDM andal untuk kedudukan-jabatan itu, walau sebenarnya banyak dan tentu lebih bagus. Khalayak jadi makin menanyakan kekuatan managerial presiden,” ujarnya.

Dikabarkan sebelumnya, Presiden Jokowi barusan tanda-tangani Ketentuan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2022 Mengenai Dewan Sumber Daya Air Nasional pada 6 April 2022.

Ketentuan ini memperjelas status Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Dewan SDA Nasional sebagai tempat koordinir pengendalian sumber daya air di tingkat nasional.

Instansi ini sebagai instansi nonstruktural yang ada di bawah dan bertanggung-jawab ke presiden.

Dengan pertambahan pekerjaan ini, karena itu makin panjang tanggung-jawab yang sekarang digenggam Luhut.

Ini karena Luhut dikenali kerap mendapatkan pekerjaan dari Presiden Jokowi untuk mengurusi beberapa hal di luar beberapa tugas kementerian.