OR [rank_math_breadcrumb]

Polisi Tangkap Penimbun 1.486 Liter Solar Bantuan, Beli ke Sumsel, lalu Jual di Way Kanan Lampung

  • 2 min read
  • Apr 17, 2022

Penumpukan bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi kembali dibedah aparatur kepolisian di Lampung.

Seorang penimbun yang diamankan di Kabupaten Way Kanan beli BBM dari Sumatera Selatan lalu menjualnya di daerah itu.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna benarkan jika aktor berinisial KN (55), masyarakat Daerah Way Pisang, diamankan sama barang bukti lebih dari 1.000 liter BBM bersubsidi.

KN diamankan di tempat tinggalnya pada Selasa (12/4/2022) larut malam saat akan mengalihkan tanda bukti dari dalam kendaraannya.

“Pengungkapan kasus ini karena info dari warga yang menyaksikan penyimpangan BBM bersubdisi tipe solar yang sudah dilakukan oleh aktor KN,” kata Teddy dalam info tercatat, Kamis (14/4/2022).

Berdasar info itu, kata Teddy, anggota Satreskrim Polres Way Kanan juga lakukan penyidikan ke lokasi.

Saat mengunjungi rumah aktor, anggota mendapatinya sedang mengalihkan muatan BBM dari mobil minibus BG 1998 LP.

“Aktor diamankan lalu dibawa ke Mapolres Way Kanan untuk diolah selanjutnya,” kata Teddy.

Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Way Kanan AKP Andre Try Putra menjelaskan, mobil yang dipakai aktor sudah diubah untuk mengusung BBM dengan jumlah banyak.

“Sisi dalamnya diubah dengan sebuah tanki memiliki ukuran kotak, kemampuannya 1.000 liter,” kata Andre.

Andre menambah, saat penangkapan itu keadaan bak modifikasi itu tetap berisi sekitaran 300 liter bahan bakar tipe solar bersubsidi.

Di tempat tinggal aktor, anggota kepolisian mendapati sekitar 29 jeriken ukuran besar penuh solar. Kemampuan jeriken ini capai 34 liter.

Selanjutnya, diketemukan 20 buah jeriken ukuran kecil memiliki 10 liter dan sebuah selang sejauh 1 mtr..

Dengan begitu, keseluruhan solar yang dilumpukkan oleh aktor capai 1.486 liter.

Berdasar info aktor, solar bersubsidi itu dibeli ke SPBU Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

“Gagasan aktor akan jual kembali BBM ini di daerah Way Kanan pada harga Rp 8.500 per liter,” kata Andre.

Andre menerangkan, aktor diintimidasi Pasal 55 dan/atau Pasal 53 huruf b, c dan d UU Nomor 22 Tahun 2001 mengenai Migas.

“Sanksi hukuman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar,” kata Andre.