OR [rank_math_breadcrumb]

Polisi Tangkap Arief Pardiani karena Tebar Video Hoax “Ade Armando Telah Mati”

  • 2 min read
  • Apr 17, 2022

Polda Metro Jaya tangkap seorang pria namanya Arief Pardiani pada Rabu (13/4/2022) karena menebar video hoax dengan cerita “Ade Armando Telah Mati”.

“Kami menambah ada pula satu aktor lain di luar dari 6 yang kita tentukan sebagai terdakwa. Ia atas nama Arief Pardiani. Kita tangkap di Jakarta,” kata Zulpan ke reporter, Rabu (13/4/2022).

Zulpan menjelaskan, aktor Arief dalam video pengerubutan dosen Kampus Indonesia Ade Armando, yang menyebar di sosial media, berperanan sebagai provokator.

“Jika kelihatan di video sosmed yang berkaitan ini lakukan hasutan. Dengan kalimat ‘Ade Armando telah mati selanjutnya turun semuanya yang berada di Jakarta’. Yang berkaitan juga kita amankan dan sedang kita kerjakan pengecekan,” kata Zulpan.

Untuk dipahami, beberapa pengeroyok Ade Armando sudah diputuskan sebagai terdakwa. Beberapa terdakwa adalah M Bagja, Komar, Dhia Ul Haq, Ade Purnama, dan Abdul Latip.

Tiga salah satunya, yakni Muhamad Bagja, Komar, dan Dhia Ul Haq, sebagai pemukul pertama.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat awalnya mengutarakan, beberapa aktor diputuskan sebagai terdakwa berdasar hasil analisis dan pengkajian saintifik team kombinasi penyidik.

Sebagai info, mahasiswa yang bergabung dalam koalisi BEM SI melangsungkan demonstrasi besar di muka Gedung DPR/MPR RI, Senin tempo hari.

Tindakan itu berbuntut kacau. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan, ada pelaku-oknum yang manfaatkan tindakan demo koalisi BEM UI untuk melakukan perbuatan gaduh.

“Kami benar-benar menyayangkan ada satu kelompok yang memancing di air kotor, yang maksudnya tidak untuk sampaikan opini, tetapi memang tujuannya membuat kekacauan,” kata Fadil dalam pertemuan jurnalis, Senin malam.

Fadil menerangkan, sesudah massa BEM SI bubarkan diri, ada satu kelompok orang yang melakukan perbuatan gaduh. Satu kelompok orang itu selanjutnya mengerubut Ade Armando sampai bonyok. Fadil pastikan jika pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa.

“Sesudah (inspirasi) diterima dan mahasiswa kembali (bubar), ada barisan massa dan kami telah analisis lakukan pengerubutan dan penindasan ke saudara Ade Armando,” tutur Fadil.

Polisi selanjutnya mengevakuasi Ade Armando. Tetapi, beberapa anggota kepolisian justru terserang sampai cedera.

“Di saat anggota lakukan penyelamatan, massa non-mahasiswa semakin bertambah brutal serang anggota, hingga enam anggota kami yang lakukan penyelamatan, cedera,” sebut Fadil.

Fadil juga mengultimatum beberapa pengeroyok Ade Armando untuk menyerah diri. “Kami akan umumkan identitas aktor apabila tidak menyerah diri akan kami kerjakan penangkapan!” tutur Fadil.