OR [rank_math_breadcrumb]

Pesan Mahfud MD masalah Gagasan Demonstrasi Mahasiswa 11 April

  • 2 min read
  • Apr 10, 2022

Menteri Koordinator sektor Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberi respon gagasan demonstrasi mahasiswa yang bergabung dalam BEM SI pada Senin (11/4/2022).

Hal tersebut dikatakan Mahfud dalam Rapat Koordinir Terbatas berkenaan Perubahan Keadaan Politik dan Keamanan di Dalam Negeri yang dikerjakan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2022).

Adapun rapat itu didatangi oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Kepala BIN, Panglima TNI, Kepala Staff Presiden dan Wakabaintelkam sebagai wakil Kapolri, dan beberapa petinggi Eselon I Kemenko Polhukam.

Tidak jadi masalah dengan demonstrasi

Mahfud memandang, ada demonstrasi itu ialah sisi dari demokrasi. Akan tetapi, dia minta supaya demo mematuhi hukum.

“Pemerintahan menghimbau supaya dalam sampaikan inspirasi agar dilaksanakan dengan teratur, tidak anarkistis, dan mematuhi hukum,” kata Mahfud.

Mahfud mengutamakan, demonstrasi itu untuk sampaikan inspirasi supaya bisa didengarkan pemerintahan dan warga.

Awalnya, Tubuh Eksekutif Mahasiswa Semua Indonesia (BEM SI) akui telah melontarkan surat pemberitahuna ke Polda Metro Jaya.

Surat pernyataan itu dikirimkan dan sudah diterima Polda Metro Jaya pada Jumat (8/4/2022) tempo hari jam 13.00 WIB.

Tetapi, polisi memberikan ancaman akan bubarkan tindakan demonstrasi, suatu hal yang sayang beberapa mahasiswa.

Meminta aparatur tidak represif

Disamping itu, dia menjelaskan, faksinya telah bekerjasama dengan aparatur keamanan dan penegakan hukum supaya lakukan penyelamatan sebagus-baiknya.

Secara eksklusif, Mahfud minta supaya aparatur tidak represif pada beberapa peserta tindakan.

“Jangan ada kekerasan, tidak bawa peluru tajam, janganlah sampai kepancing oleh hasutan,” katanya.

Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal pastikan mahasiswa tidak gentar dengan teror dari kepolisian.

“Ini (teror pembubaran) salah satunya usaha untuk mengancam beberapa mahasiswa. Tetapi kami tidak dipengaruhi. Demonstrasi 11 April tetap jalan,” kata Luthfi ke Kompas.com, Sabtu (9/4/2022).

Awalnya, represivitas aparatur jadi perhatian saat gelombang demo mahasiswa pada Omnibus Law, 2020 kemarin.

Berdasar pengawasan yang sudah dilakukan oleh Amnesty International Indonesia mendokumenkan minimal 402 korban kekerasan polisi di 15 propinsi sepanjang tindakan itu.

Amnesty menulis sekitar 6.658 orang diamankan di 21 propinsi.