OR [rank_math_breadcrumb]

MKEK: Referensi Penghentian Terawan semenjak 2018, Pelanggaran Etik Berat

  • 1 min read
  • Apr 01, 2022

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Djoko Widyarto mengutarakan, penghentian bekas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari anggota IDI telah direferensikan semenjak tahun 2018.

Tetapi, menurut Djoko, Pengurus Besar (PB) IDI awalnya tidak jalankan keputusan MKEK.

“Kita saksikan jika keputusan Kongres Samarinda tahun 2018 itu belum terwujud, maknanya sempat diundur dengan pemikiran khusus,” kata Djoko dalam pertemuan jurnalis lewat virtual, Kamis (31/3/2022).

“Maka kongres di Banda Aceh itu ialah kelanjutan atas sesuatu yang ditetapkan di Kongres Samarinda,” tambahnya.

Djoko menjelaskan, Terawan dihentikan karena lakukan pelanggaran etik dalam kelompok 4, yakni benar-benar berat.

Hingga, pencetus vaksin Nusantara itu direferensikan untuk dihentikan dari anggota IDI secara tetap.

“Kelompok 4 itu benar-benar berat dengan ancaman diantaranya penghentian sementara atau masih tetap memang dalam ortalanya MKEK,” katanya.

Selanjutnya, Djoko menerangkan, faksinya telah lakukan proses panjang MKEK berkaitan pelanggaran etik yang sudah dilakukan Terawan yang tidak sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 mengenai Praktek Kedokteran.

Walau begitu, dia tidak mengatakan dengan detil pelanggaran yang sudah dilakukan Terawan.

“Jika kita menyimak UU Praktek Kedokteran UU 29 Tahun 2004, Pasal 50, di situ disebut jika profesionalisme dokter itu mencakup tiga elemen, yakni pertama ialah kemampuan, ke-2 knowledge. Yang paling akhir yang terkadang sukai dilalaikan ialah profesional attitude,” sebut ia.