OR [rank_math_breadcrumb]

Minum Kopi Tiap Hari untuk Jantung Sehat dan Usia Panjang

  • 3 min read
  • Mar 29, 2022

Selain wewangian dan rasanya yang sedap, kopi menjadi satu diantara minuman yang mempunyai bermacam faedah untuk kesehatan.

Menurut sebuah riset yang dipresentasikan di Sesion Ilmiah Tahunan ke-71 American College of Cardiology, minum kopi — khususnya 2-3 cangkir satu hari — bisa kurangi resiko penyakit jantung yang lebih rendah dan irama jantung yang beresiko.

Selain itu, riset itu mengutarakan, minum kopi tiap hari bisa membuat usia panjang, terutamanya untuk pasien penyakit kardiovaskular.

Beberapa periset menjelaskan analitis — yang paling besar untuk menyaksikan peranan prospektif kopi dalam penyakit jantung dan kematian — memberi kejelasan jika kopi yang sejauh ini dipandang jelek untuk kesehatan jantung sebetulnya malah dapat membuat perlindungan jantung.

“Karena kopi bisa percepat detak jantung, sebagian orang cemas meminum bisa memacu atau jadi memperburuk permasalahan jantung tertentu. Disini anjuran klinis umum untuk stop minum kopi kemungkinan berasal.”

Begitu pembicaraan Peter M. Kistler, penulis senior riset itu, yang profesor dan Kepala Riset Aritmia di Alfred Hospital and Baker Heart Institute di Melbourne, Australia.

“Data kami memperlihatkan, konsumsi kopi tiap hari jangan ditiadakan, tetapi ditempatkan sebagai sisi dari diet sehat untuk orang dengan dan tanpa penyakit jantung.”

“Kami mendapati jika minum kopi mempunyai dampak netral — tidak mencelakakan — atau dihubungkan dengan faedah untuk kesehatan jantung,” tutur ia.

Unsplash/Candice Picard Rutinitas minum kopi tiap hari terkait dengan kesehatan jantung.Tingkat konsumsi kopi

Kistler dan teamnya memakai data dari UK BioBank, database potensial jumlah besar dengan info kesehatan dari lebih dari 1/2 juta orang yang dituruti minimal sepanjang sepuluh tahun.

Beberapa periset memperhatikan beragam tingkat konsumsi kopi dimulai dari 1-6 cangkir satu hari dan hubungan dengan permasalahan irama jantung (aritmia).

ditelaah hubungannya dengan penyakit kardiovaskular yang lain seperti penyakit arteri koroner, tidak berhasil stroke dan jantung, dan kematian keseluruhan karena penyakit jantung.

Pasien digolongkan berdasar berapa banyak kopi yang mereka minum tiap hari: 0, 5 cangkir setiap hari.

Keseluruhannya, mereka tidak mendapati dampak jelek kopi atau dalam beberapa kasus, pengurangan berarti dalam resiko kardiovaskular sesudah mengatur olahraga, alkohol, merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi dapat berperanan dalam kesehatan jantung atau usia panjang.

Pada study pertama, beberapa periset mengecek data dari 382.535 orang tanpa penyakit jantung.

Ini dilaksanakan untuk menyaksikan apa minum kopi berperanan dalam perubahan penyakit jantung atau stroke sepanjang sepuluh tahun periode tindak lanjut.

Umur rerata peserta ialah 57 tahun dan separuhnya ialah wanita.

Pada umumnya, minum 2-3 cangkir kopi satu hari dihubungkan dengan faedah paling besar, yang memiliki arti resiko 10-15 % lebih rendah terserang penyakit jantung koroner, tidak berhasil jantung, permasalahan irama jantung, atau kematian karena argumen apa saja.

Resiko stroke atau kematian berkaitan jantung terendah antara orang yang minum secangkir kopi satu hari dan faedah paling optimal kelihatan antara orang yang minum dua sampai tiga cangkir kopi satu hari.

Seterusnya, study ke-2 mengikutsertakan 34.279 orang yang mempunyai beberapa wujud penyakit kardiovaskular.

Konsumsi kopi 2-3 cangkir satu hari dihubungkan dengan peluang kematian yang lebih rendah dibanding dengan tidak minum kopi.

Dan, pada 24.111 orang yang mempunyai aritmia, minum kopi dihubungkan dengan resiko kematian yang lebih rendah.

Misalkan, orang dengan atrial fibrilasi (AFib) atau atrial flutter yang minum secangkir kopi satu hari nyaris 20 % lebih kecil peluangnya untuk wafat dibanding yang bukan peminum kopi.

“Dokter biasanya mempunyai beberapa kekuatiran mengenai beberapa orang dengan penyakit kardiovaskular atau aritmia yang tetap minum kopi akan memacu irama jantung yang beresiko,” kata Kistler.

“Tapi riset kami memperlihatkan jika konsumsi kopi dengan teratur aman dan menjadi sisi dari diet sehat untuk pasien penyakit jantung,” ungkapkan ia.

Dalam study ke-3 , periset menyaksikan adakah ketidaksamaan dalam jalinan di antara kopi dan penyakit kardiovaskular bergantung pada apa seorang minum kopi instant atau bubuk atau mengandung kafein atau tanpa cafein.

Mereka juga mendapati, 2-3 cangkir satu hari bisa kurangi resiko aritmia, penyumbatan di arteri jantung, stroke atau tidak berhasil jantung lepas dari apa mereka minum kopi bubuk atau kopi instant.

Tingkat kematian yang lebih rendah kelihatan di semua tipe kopi.

Kopi tanpa cafein tidak mempunyai dampak yang memberikan keuntungan pada kejadian aritmia, tapi kurangi penyakit kardiovaskular dengan pengecualian tidak berhasil jantung.

Kistler menjelaskan, penemuan memperlihatkan kopi mengandung kafein lebih dicintai dan mempunyai semakin banyak faedah untuk kesehatan kardiovaskular dibanding kopi tanpa cafein.

Tetapi, walau 2-3 cangkir kopi satu hari nampaknya aman, ia mereferensikan orang untuk stop tingkatkan konsumsi kopi mereka bila itu membuat mereka berasa kuatir atau mungkin tidak nyaman.

Disamping itu, masih tetap ada beberapa kebatasan penting untuk riset ini karena beberapa periset tidak bisa mengatur factor makanan.

Factor ini kemungkinan berperanan dalam penyakit kardiovaskular. Riset ini tidak bisa sesuaikan cream, susu, atau gula yang dimakan.

Peserta juga dikuasai kulit putih, hingga study kelanjutan masih tetap dibutuhkan untuk tentukan apa penemuan ini semakin makin tambah meluas ke komunitas lain.