OR [rank_math_breadcrumb]

Mengenali SPKLU Ultra Fast Pengisian yang Disahkan Jokowi, Isi Daya Kendaraan Listrik Cukup 30 Menit

  • 2 min read
  • Mar 29, 2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan type ultra fast pengisian pada Jumat (25/3/2022) kemarin. Ini sekalian jadi SPKLU ultra fast pengisian pertama di Indonesia.

SPKLU ini berada di Central Parkir ITDC Nusa Dua, Bali yang mempunyai tujuan memberikan dukungan operasional kendaraan delegasi dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) G20. Mobil listrik memang dipakai sebagai kendaraan sah delegasi beberapa negara G20.

Lantas apa itu SPKLU ultra fast pengisian?

Memiliki nama ultra fast pengisian, SPKLU ini mempunyai beberapa kelebihan. SPKLU ini sanggup isi penuh mobil listrik dengan kemampuan di atas 80 kilo Watt hour (kWh) cuman dalam kurun waktu 30 menit saja dari status kosong.

Tidak cuman hanya itu, SPKLU dengan daya 200 kilo Watt (kW) ini diperlengkapi dengan feature Berbarengan Pengisi daya hingga bisa isi 2 unit kendaraan secara bertepatan. Melalui feature ini, karena itu distribusi beban listrik disalurkan secara aktif ke ke-2 mobil yang diisi energinya.

Disamping itu, SPKLU telah mengaplikasikan standarisasi IP (Ingress Protection) 55 yang membuat tahan terhadap air untuk semprotan dari semua arah. Lantas dengan design yang padat dan ergonomis sanggup memberi 96 % efektivitas daya untuk penghematan energi.

Belum juga tingkat keamanan yang terjaga dengan bersertifikasi IEC 61851 untuk pengendara mobil listrik.

“Tentunya, dengan feature pemakai friendly memakai monitor sentuh dan sudah terpadu dengan program PLN Mobile pada feature Electric Vehicle memberi kemudahaan dalam pemakaian dan pengisian listrik pemakai,” tutur Direktur Khusus PLN Darmawan Prasodjo dalam penjelasannya, Minggu (27/3/2022).

Perusahaan ketenagalistrikan berpelat merah ini juga tengah menggerakkan pembangunan SPKLU ultra fast pengisian yang lain untuk memberikan dukungan ajang KTT G20 dan percepat ekosistem kendaraan listrik di Bali.

Gagasannya PLN membuat SPKLU ultra fast pengisian 200 kW sekitar 60 unit yang memerlukan investasi sebesar Rp 72,84 miliar. SPKLU ini akan ditaruh di Central Parking ITDC dan di Griya Alam Lestari/Apurva Kempinsi, Bali.

Tidak cuman di Bali, lanjut Darmawan, PLN semakin terus-menerus menambahkan sarana pengisian daya kendaraan listrik di Tanah Air. Sampai Februari 2022, SPKLU yang dipunyai PLN sekitar 120 unit dan menyebar di 92 lokasi.

Adapun sampai tahun akhir 2022 ini, PLN menarget bisa mendatangkan 580 SPKLU untuk mempermudah beberapa pemakai kendaraan listrik. Untuk capai sasaran itu, PLN memudahkan kerja sama pembangunan SPKLU dan memberikan fasilitas faksi ke-3 yang ingin membuat SPKLU.

“Disamping itu, kami juga mempersiapkan feature Electric Vehicle yang ada dalam SuperApps PLN Mobile. Lewat program ini, warga pemilik kendaraan listrik langsung bisa lakukan transaksi bisnis charging battery pada sebuah pegangan,” tutup Darmawan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.