OR [rank_math_breadcrumb]

Masyarakat yang Baru Vaksinasi Jumlah 1 dan 2 Masih tetap Bisa Mudik, tetapi Harus Test PCR dan Antigen

  • 2 min read
  • Apr 03, 2022

Unit Petugas (Satuan tugas) Pengatasan Covid-19 sudah keluarkan Surat Selebaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022, mengenai Ketetapan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Periode Wabah Covid-19.

Dalam SE itu ditata dengan jelas peraturan dan persyaratan yang perlu dipatuhi oleh beberapa aktor perjalanan dalam negeri (PPDN) khususnya di saat mudik Ltahun ini, baik itu lewat transportasi darat, laut, atau udara.

Masyarakat yang telah divaksinasi 1 dan 2 masih bisa mudik

Untuk aktor perjalanan lokal yang akan mudik ke wilayahnya tetapi sudah terima vaksinasi jumlah ke-3 (booster) tidak diharuskan memperlihatkan hasil yang negatif test Covid-19, berbentuk test antigen atau polymerase chain reaction (PCR).

Beda hal yang terima jumlah ke-2 atau jumlah pertama vaksinasi Covid-19, harus memperlihatkan hasil yang negatif test Covid-19.

“PPDN yang sudah memperoleh vaksinasi jumlah ke-2 harus memperlihatkan hasil yang negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam waktu 1 x 24 jam atau hasil yang negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 3 x 24 jam saat sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan,” bunyi isi SE yang diberi tanda tangan Ketua Satuan tugas Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada 2 April 2022.

“PPDN yang sudah memperoleh vaksinasi jumlah pertama harus memberikan hasil yang negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu 3 x 24 jam saat sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.”

Bagaimana pemudik dengan komorbid?

Lalu bagaimanakah sama orang yang memiliki kisah penyakit komorbid saat akan lakukan perjalanan jarak jauh?

Diterangkan dalam SE jika persyaratan satu ini harus memperlihatkan hasil test negatif PCR tetapi dengan persyaratan tambahan.

“PPDN dengan keadaan kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang mengakibatkan aktor perjalanan tidak bisa terima vaksinasi harus memberikan hasil yang negatif test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam waktu optimal 3 x 24 jam saat sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan syarat harus menyertakan surat info dokter dari Rumah Sakit Pemerintahan yang mengatakan jika yang berkaitan belum dan/atau tidak bisa ikuti vaksinasi Covid-19.”

Bagaimana pemudik anak di bawah enam tahun?

Selanjutnya, untuk anak umur di bawah enam tahun, yang jelas belum memperoleh vaksinasi namun tetap dibebaskan dari persyaratan lakukan test PCR atau antigen.

Tentu saja diperjalanan lokal itu, semua aktor perjalanan harus mengaplikasikan pemakaian program Perduli Jagalah. Berikut isi dalam SE.

“PPDN dengan umur di bawah enam tahun dieksepsikan pada ketetapan vaksinasi dan tidak harus memberikan hasil yang negatif test RT-PCR atau rapid tes antigen, tetapi harus lakukan perjalanan dengan pengiring perjalanan yang sudah penuhi ketetapan vaksinasi dan pengecekan Covid-19 dan mengaplikasikan prosedur kesehatan dengan ketat.”

Melengkapi dengan vaksin booster

Juru Berbicara Pemerintahan untuk Pengatasan Covid-19 Wiku Adisasmito terus menghimbau ke warga yang akan mudik lebaran tahun ini untuk selekasnya lengkapi vaksinasinya atau booster.

Vaksinasi booster sebagai persyaratan khusus untuk pemudik tanpa wajib melakukan test swab antigen atau test PCR saat lakukan perjalanan dalam negeri (lokal).

“Dengan Presiden telah sampaikan ijinnya untuk warga dapat mudik, karena itu sebetulnya ini harus dituruti oleh semua pemerintahan dan warga untuk merealisasikannya . Maka cara merealisasikannya tidak perlu tunggu puasa dahulu. Semenjak saat ini siapa saja yang belum booster selekasnya booster. Siapa saja vaksinasinya yang belum komplet, selekasnya lengkapi vaksinasinya agar dapat di-booster,” katanya lewat virtual dalam Penyiapan Beribadah dan Pangan Menjelang Ramadan, Senin (28/3/2022).

Wiku memperjelas jika lakukan vaksinasi sepanjang Ramadhan tidak menggagalkan puasa.

“Maka tanggung-jawab dari warga dan sama-sama mengingati warga yang lain yang belum vaksinasi komplet selekasnya kerjakan. Nanti juga waktu puasa kan tidak menggagalkan puasa jika divaksinasi,” katanya.