OR [rank_math_breadcrumb]

Junta Myanmar Akan Menghancurkan Semua Musuh Kup Militer

  • 1 min read
  • Mar 29, 2022

Panglima militer Min Aung Hlaing pada Minggu (27/3/2022) berbicara, junta Myanmar akan menghancurkan lawan-lawan kup mereka.

Pengucapan itu disampaikan Min Aung Hlaing saat militer Myanmar melangsungkan parade pada peringatan hari paling berdarah selama ini pada demonstrasi pro-demokrasi.

Myanmar ada dalam kerusuhan semenjak kup pada Februari 2021. Lebih dari 1.700 orang meninggal dalam perlakuan keras pada pengunjuk rasa, menurut barisan pemantau lokal.

Pejuang anti-kudeta “Angkatan Pertahanan Rakyat” kerap bentrokan dengan pasukan junta, sementara pertarungan berkobar di wilayah tepian dengan barisan pemberontak etnis yang perlengkapannya lebih mapan.

Sekalian pimpin parade tahunan yang memperlihatkan tank, rudal yang terpasang di truk, artileri, dan pasukan naik kuda, Min Aung Hlaing menjelaskan ke sekitaran 8.000 personil keamanan yang bergabung jika militer tidak berserah.

Militer tidak kembali bertransaksi dan menghancurkan sampai akhir kelompok-kelompok yang usaha menjatuhkan kekuasaannya, ucapnya mendekati acara Hari Angkatan Membawa senjata di ibukota yang dibuat tentara, Naypyidaw.

Pesawat jet terbang di atas ikuti warna kuning, merah, dan hijau dari bendera nasional. Media pemerintahan memperlihatkan beberapa wanita berbaris di jalanan ke arah lapangan parade untuk memberikan bunga dan menempatkan karangan bunga pada tentara yang berbaris.

Sementara itu, demonstran anti-kudeta di sosial media mengatakan demo nasional pada Minggu (27/3/2022) malam.

Hari Angkatan Membawa senjata mengingati diawalinya perlawanan lokal pada wargaan Jepang sepanjang Perang Dunia II, dan umumnya tampilkan parade militer yang didatangi oleh perwira dan diplomat asing.

Tahun kemarin, saat kepala junta baru Min Aung Hlaing menginspeksi pawai, tentara bertindak beringas pada protes kup yang menjatuhkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Kejadian itu ialah hari paling berdarah selama ini dalam perlakuan keras militer pada demonstrasi pro-demokrasi dan mengakibatkan 163 demonstran meninggal, menurut barisan pemantau lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.