OR [rank_math_breadcrumb]

Hasil Piala AFF Futsal Indonesia Versus Thailand: Kalah Menegangkan, Garuda Jadi Runner Up

  • 4 min read
  • Apr 10, 2022

Tim nasional Indonesia menerima kekalahan menegangkan pada partai pucuk atau final Piala AFF Futsal 2022 melawan tuan-rumah Thailand.

Tanding tim nasional Indonesia versus Thailand dalam pertandingan terakhir Piala AFF Futsal 2022 itu berjalan di Huamark Indoor Fase, Bangkok, Thailand, pada Minggu (10/4/2022) sore WIB.

Laga tim nasional futsal Indonesia versus Thailand itu berjalan ketat sampai harus ditetapkan melalui sinetron beradu penalti.

Pertandingan terakhir Indonesia versus Thailand harus ditetapkan melalui beradu penalti sesudah ke-2 team bermain seri 2-2 sampai set tambahan waktu selesai.

Indonesia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu melalui sepasang gol yang dicetak Evan Soumilena (8′) dan Ardiansyah Runtuboy (25′).

Tetapi, keunggulan Indonesia bubar pada semenit paling akhir set ke-2 , persisnya sesudah Thailand menyamai posisi melalui pola power play yang dituntaskan oleh Krit Aransanyalak (40′) dan Muhammad Osamanmusa (40′).

Pada set tambahan waktu 2×5 menit, Indonesia dan Thailand tidak sanggup cetak gol tambahan.

Thailand selanjutnya pastikan kemenangan sesudah unggul 5-3 pada set beradu penalti.

Hasil ini jadikan Indonesia sebagai runner up Piala AFF Futsal 2022.

Sementara, Thailand sukses meneruskan supremasi dengan raih titel juara Piala AFF Futsal ke-16.

Tim Gajah Perang, panggilan tim nasional Thailand, selalu menuai kemenangan saat bertanding pada final Piala AFF Futsal.

Jalannya laga Indonesia versus Thailand

Tim nasional Indonesia bertanding dengan kenakan baju hijau-hijau. Sementara itu, tuan-rumah Thailand memakai jersey warna merah-merah.

Indonesia terima deretan serangan di awal set pertama. Saat pertandingan berlum genap jalan semenit, Thailand langsung memberikan ancaman melalui kerja-sama Panut Kittipanuwong dan kapten Kritsada Wongkaeo.

Panut Kittipanuwong yang terima operan lambung dari Kritsada Wongkaeo, langsung memperlancar tendangan.

Tendangan Panut Kittipanuwong berkenaan ting gawang Muhammad Albagir hingga Indonesia selamat dari kecolongan.

Itu bukan salah satu teror yang diterima Indonesia di awal set pertama. Tim Garuda mendapatkan serangan sampai masuk menit ke-5.

Di tengah itu, Indonesia seringkali memberikan ancaman melalui serbuan balik dan set piece.

Salah satunya kesempatan terbaik untuk Indonesia terbentuk melalui tendangan voli Marvin Alexa yang mampu dihalau oleh penjaga gawang Thailand.

Disamping itu, ada kesempatan yang lahir karena kerja-sama Syauqi Saud dan Ardiansyah Runtuboy. Tetapi, kembali lagi penjaga gawang Thailand melalukan pengamanan dan gagalkan kesempatan untuk Indonesia.

Di atas menit ke-5, Indonesia mulai kerap mengaplikasikan pressing atas atau tekan sampai daerah permainan melalui.

Melalui pressing itu, Indonesia terlihat tidak ingin biarkan Thailand meningkatkan permainan.

Usaha yang dilancarkan anak-anak asuh Mohammad Hashemzadeh bisa dibuktikan efisien setel Firman Ardiansyah sukses “menonjol” bola dari kepenguasaan pemain Thailand.

Hal tersebut terjadi di dekat circle gawang Thailand. Firman Ardiansyah selanjutnya langsung mengoperkan bola ke Evan Soumilena yang bebas berdiri di muka gawang tim Gajah Perang.

Evan Soumilena juga tidak sia-siakan kesempatan itu dan bawa Indonesia unggul 1-0 atas Thailand di menit ke-8.

Kemudian, Thailand makin terus-menerus dalam memperlancar gempuran. Di lain sisi, Indonesia terus berusaha jaga konsentrasi saat bertahan.

Thailand seringkali tembus pertahanan Indonesia, tapi usaha mereka sering diputus oleh penjaga gawang Muhammad Albagir.

Muhammad Albagir kembali tampilkan permainan impresif pada pertandingan ini kali. Ia lakukan beberapa pengamanan cemerlang untuk selalu jaga keunggulan Indonesia sampai set pertama selesai.

Pada set ke-2 , Thailand tampil kembali dengan model serang. Di lain sisi, Indonesia yang unggul 1-0 terus jaga kesetimbangan permainan.

Tim bimbingan Mohammad Hashemzadeh konsentrasi bertahan saat kehilangan bola. Beberapa pemain tim Garuda tampilkan Individu defense yang bagus hingga membuat Thailand kesusahan.

Saat mendapatkan peluang, Indonesia secara cepat memperlancar serbuan balik. Cara ini benar-benar efisien untuk sakiti Thailand yang mencari gol.

Bisa dibuktikan, Indonesia sanggup cetak gol ke-2 melalui pola serbuan balik di menit ke-25.

Pola serbuan balik itu dituntaskan oleh Ardiansyah Runtuboy yang terima umpan tiang dua dari Syauqi Saud.

Keunggulan 2-0 membuat Indonesia makin dekat sama kemenangan dan titel juara Piala AFF Futsal 2022.

Thailand juga tidak juga cetak gol balasan. Tiap usaha yang dilancarkan tim Gajah Perang sering digagalkan oleh barisan pertahanan Indonesia.

Muhammad Albagir juga jadi momok khusus saat Thailand dapat tembus mekanisme pertahanan tim Garuda.

Penjaga gawang unggulan Black Steel Manokwari itu lakukan deretan pengamanan penting sampai merepotkan Kritsada Wongkaeo dkk.

Saat pertandingan sisa enam menit, Thailand jalankan pola power play dengan pemain nomor 4, Krit Aransanyalak, dipilih sebagai penjaga gawang terbang.

Thailand sanggup membuat beberapa kesempatan melalui pola power play itu. Mereka juga sukses cetak sepasang gol pada semenit paling akhir saat sebelum pertandingan selesai.

Sepasang gol yang diciptakan oleh penjaga gawang terbang Krit Aransanyalak (40′) dan Muhammad Osamanmusa (40′) itu automatis membuat posisi jadi seimbang 2-2. Pertandingan selanjutnya harus diteruskan ke set tambahan waktu.

Pada set tambahan waktu pertama, Indonesia tampil bertahan, khususnya sesudah Evan Soumilena diganjar kartu merah.

Kondisi itu membuat Indonesia tampil dengan 4 pemain pada tersisa waktu set tambahan pertama. Mau tidak mau, tim Garuda mengaplikasikan pertahanan zone di kedalaman.

Tiga pemain bertahan dan satu penjaga gawang, Muhammad Albagir, membuat mekanisme pertahan kecil di dekat circle untuk meredam serangan Thailand.

Indonesia sanggup menjaga posisi pada kondisi itu.

Sesudah masuk set tambahan waktu ke-2 , Indonesia sempat bermain dengan 3 pemain saat sebelum periode hukuman kartu merah selesai hingga tim Garuda tampil kembali dengan 5 pemain di atas lapangan.

Thailand selanjutnya kembali mengaplikasikan pola power play untuk jaga keunggulan pemain saat serang.

Hal tersebut membuat penekanan untuk Indonesia, tapi tindakan pengamanan Muhammad Albagir sukses jaga posisi sampai set tambahan waktu ke-2 selesai.

Pertandingan selanjutnya lanjut ke set beradu penalti. Pada set beradu penalti, Indonesia kalah 3-5 dari Thailand.

Daftar pemain Indonesia versus Thailand:

Indonesia: 13-Muhammad Albagir (GK); 3-Xavier, 8-Ardiansyah Nur, 10-Evan Soumilena, 11-Firman Ardiansyah.

Cadangan: 1-Iksan Rahadian (GK), 2-Guntur Sulistyo, 4-Mochammad Iqbal, 5-Dewa Rizki, 6-Sunny Rizky, 7-Syauqi Saud, 9-Rio Pangestu, 12-Ardiansyah Runtuboy, 14-Mavin Alexa.

Pelatih: Mohammad Hashemzadeh.

Thailand: 12-Katawit Hankampa (GK); 7-Kritsada Wongkaeo, 9-Sarawut Phalaphruek, 10-Panut Kittipanuwong, 11-Muhammad Osamanmusa.

Cadangan: 1-Panurat Olan (GK), 2-Tanapol Maneepetch, 3-Apiwat Chaemcharoen, 4-Krit Aransanyalak, 5-Ronnachai Jungwongsuk, 6-Peerapat Kaewwilai, 8-Therdsak Charoenphong, 13-Atsadawut Jangkot, 14-Supakorn, Bovonratcadakul.

Pelatih: Carlos Cesar.