OR [rank_math_breadcrumb]

Harga Pertamax Akan Naik, Chatib Basri Pesan Pemerintahan masalah Migrasi ke Pertalite

  • 2 min read
  • Apr 01, 2022

Harga bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertamax ditegaskan naik dalam kurun waktu dekat. Pemerintahan juga sudah memberi signal ijin rekonsilasi harga Pertamax yang mempunyai potensi besar naik mulai 1 April 2022.

Peraturan meningkatkan harga Pertamax ikut mengambil alih perhatian Bekas Menteri Keuangan Chatib Basri. Dia minta pemerintahan memperhitungkan kekuatan migrasi konsumsi warga dari BBM Pertamax ke Pertalite.

“Ada yang penting diperhitungkan berkaitan peningkatan Pertamax: masalah price jarak (jarak harga). Dengan Pertamax naik ke Rp 16.000, Pertalite masih tetap di Rp 7.650, karena itu dapat terjadi migrasi dari Pertamax ke Pertalite,” bebernya seperti diambil dari account twitternya @ChatibBasri, Kamis (31/3/2022).

Menurut Chatib, jika terjadi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite, karena itu hal itu akan mengakibatkan over paket pada Pertalite dan beban pada APBN juga naik tajam.

Hal tersebut ingat Pertalite sudah diputuskan jadi Tipe Bahan Bakar Khusus Penempatan (JBKP). Maknanya distribusi Pertalite jadi ditata oleh pemerintahan ke daerah penempatan dan akan diberi bantuan berbentuk ganti rugi ke PT Pertamina (Persero).

Peraturan itu tercantum pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 mengenai Tipe Bahan Bakar Khusus Penempatan yang ditandatangani tanggal 10 Maret 2022.

“(Jika terjadi migrasi dari Pertamax ke Pertalite) Dapat terjadi over quota dan beban APBN naik tajam. Lebih bagus sasaraned subsidy orang dibanding barang,” catat Chatib.

Adapun dengan keputusan Pertalite jadi BBM penempatan, nilai jualnya diputuskan bertahan di dalam Rp 7.650 per liter, walau harga minyak mentah dunia sekarang ini telah membumbung ke tingkat di atas 100 dollar AS per barrel.

Di lain sisi, peningkatan harga Pertamax diprediksi akan ke range Rp 12.000 per liter dari harga sekarang ini yang ada di range Rp 9.000-Rp 9.400 per liter. Maknanya, anytara Pertamax dan Pertalite bakal ada jarak harga yang memang lumayan tinggi.

Pemerintahan sendiri sudah memutuskan paket Pertalite di tahun ini sekitar 23,05 juta kiloliter (KL). Tetapi trend keinginan Pertalite sekarang ini terlihat telah tinggi, bahkan juga saat sebelum peningkatan Pertamax berlaku.

Berdasar data Kementerian ESDM pendistribusian Pertalite sampai Februari 2022 terdaftar sejumlah 4,258 juta kiloliter (KL). Aktualisasi itu semakin tinggi 18,5 % dari paket yang diputuskan untuk sejauh Januari-Februari 2022.

Karena itu bila diestimasikan lewat normal scenario, konsumsi Pertalite diakhir 2022 bisa terjadi over paket sejumlah 15 % dari paket normal yakni jadi sejumlah 26,lima juta KL.