OR [rank_math_breadcrumb]

Dalam 4 Bulan, Ada 6 Kasus Sangkaan Penyimpangan BBM Bantuan di Sumbar, 1 Arsip P21

  • 2 min read
  • Apr 10, 2022

Kepolisian Wilayah (Polda) Sumatera Barat menangani enam kasus sangkaan penyimpangan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi semenjak awalnya 2022.

Satu kasus telah dipastikan komplet arsipnya (P21) dan bekasnya masih juga dalam proses pengusutan selanjutnya.

“Ada enam kasus penyimpangan BBM bersubsidi yang diolah di daerah hukum Polda Sumbar,” kata Kepala Sektor Jalinan Warga Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dikontak Kompas.com, Minggu (10/4/2022).

Satake mengutarakan, dari 6 kasus. satu kasus telah P21 atau hasil penyelidikan satu kasus pidana telah komplet.

Kasus yang telah P21, ikat Satake, sebagai peristiwa BBM bantuan pertama kali yang diatasi tahun ini. Persisnya Senin 3 Januari 2022.

Waktu itu, team Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar mendapati sangkaan tindak pidana penyimpangan pengiriman bio solar di SPBU Pertamina Pitameh di Jalan Raya Padang-Indarung, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Yang XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

“Aktor RYG (43) masyarakat Parak Laweh Pulau Aia Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, dan KP (28) masyarakat Pitameh Tanjung Saba Yang XX Kecamatan Lubuk Begalung,” papar ia.

Dalam kasus itu, tanda bukti yang ditangkap yaitu 1 unit mobil Toyota Kijang Standar KF 52 Long Warna Biru nopol BA 1989 BH memiliki muatan bak modifikasi berisi Bio Solar.

Selanjutnya, 6 biji jeriken kemampuan 35 liter berisi BBM Bio Solar, 4 biji jeriken kosong kemampuan 35 liter, 1 biji slang plastik panjang 1 mtr., 1 biji corong minyak warna biru, dan uang kontan Rp 1,enam juta.

Adapun beberapa kasus yang diatasi dan belum P21 yaitu:

1. Peristiwa pada Rabu (9/2/2022) sekitaran jam 16.40 WIB di Paingan Nagari Guguk Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Tanda bukti kasus yang diatasi Polres Pariaman itu yaitu satu unit alat berat merek komatsu PC 200 6 selindar, satu unit alat berat merek komatsu PC 200 4 selinder, 7 jeriken warna biru isi 32 liter bahan bakar tipe solar, dan 5 jeriken warna kuning isi 32 liter bahan bakar tipe solar.

2. Peristiwa Jumat (11/3/2022) sekitaran jam 19.30 WIB, di Jalan Raya Tapan Kerinci Kenagarian Muaro Sako Kecamatan Rahul, Pesisir Selatan.

Terdakwanya FH (26) yang mengusung BBM tanpa diperlengkapi ijin usaha niaga. Kasus itu sekarang proses sidik Polres Pesisir Selatan.

3. Kasus yag diatasi Polres Pesisir Selatan ini terjadi pada 25 Februari 2022 sekitaran jam 02.30 WIB di SPBU Simpang Lagan Kecamatan Linggo Saribaganti.

Polisi tangkap tangan DM yang diperhitungkan menyelewengkan BBM bersubsidi.

Tanda bukti yang ditangkap berbentuk 1 unit Mobil Suzuki Mega Carry warna putih No. Pol BA 8398 GK memiliki muatan 40 jeriken yang masing-masing jerigen berisi BBM tipe Solar.

4. Kasus yang diatasi Polres Solok Selatan pada dengan terdakwa BH (31) masyarakat Kabupaten Kerinci, Jambi.

Terdakwa diamankan polisi saat mengusung BBM tipe solar dan pertalite tanpa diperlengkapi document yang syah.

5. Kasus yang terjadi Kamis (7/4/2022) sekitaran jam 20.30 WIB. Team dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar mendapati sangkaan penyimpangan pada suatu gudang di Jalan Tanah Sirah Kelurahan Tanah Sirah Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Ada dua aktor dalam kasus ini yakni HZ (40) dan H (39). Tanda bukti yang ditahan 1 unit kendaraan Colt Diesel PS 120 warna kuning Nopol BA 8517 AJ, 12 buah jeriken kemampuan 35 liter berisi BBM tipe bio solar, 1 biji jeriken kemampuan 35 liter, dan 2 biji slang plastik panjang 1 mtr..