OR [rank_math_breadcrumb]

Argumen Tidak Ada Figur Ayah di Gambar Kaleng Khong Guan

  • 3 min read
  • Apr 10, 2022

Tiadanya figur ayah pada gambar kaleng biskuit Khong Guan jadi pertanyaan beberapa orang di Indonesia.

Masalahnya Khong Guan sudah menjadi satu diantara kue ciri khas Lebaran. Warga Indonesia sudah terlatih dengan kedatangan biskuit itu pada peristiwa perayaan Idul Fitri.

Dalam Google Terjemahkan, Khong Guan datang dari bahasa mandarin “kong guan” yang memiliki arti kaleng atau stoples kosong.

Walau terkenal di Indonesia, Khong Guan sebetulnya datang dari Singapura. Pemiliknya juga sebagai imigran asal Fujian, China.

Selainnya populer karena mempunyai rasa yang sedap dengan beragam variasinya, Khong Guan juga terkenal karena gambar pada kalengnya.

Dalam gambar di kaleng Khong Guan, terlihat seorang ibu dengan 2 anaknya sedang melahap biskuit bersama minuman teh. Namun, tidak ada figur ayah dalam gambar itu.

Argumen tidak ada figur ayah dilukis kaleng Khong Guan

Seperti dikabarkan KOMPAS.com pada Sabtu (22/5/2021), dalam video yang diupload ANTARA News di kanal YouTube-nya, pelukis gambar di kaleng Khong Guan, Bernardus Prasodjo akui tidak paham argumen tidak ada figur ayah dalam gambar itu.

Walau demikian, Bernadus menjelaskan, ia mempunyai teori yang kemungkinan dapat menerangkan argumen tiadanya figur ayah dalam gambar kaleng Khong Guan.

“Menurut saya itu cara untuk memengaruhi ibu rumah-tangga agar beli . Maka yang perlu ada ibunya di sana, karena yang berbelanja ibunya kok” kata Bernardus.

Bernardus juga mengutarakan proses pembikinan gambar itu. Awalannya, ia membuat sketsa dengan formasi gambar sama sesuai pesanan.

“Kita sketch dahulu. Kurang lebih semacam ini ingin tidak. Sampai telah sepakat, kurang lebih formasnyai semacam itu, baru kita gambar,” tutur Bernardus.

Bernardus menjelaskan, lukisan di kaleng Khong Guan itu dibikinnya kira-kira tahun 1970-an.

Bernardus mengutarakan, ia mendapatkan pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan reparasi film.

“Mereka pesan banyak gambar ke saya. Satu diantaranya Khong Guan itu,” kata Bernardus.

Waktu itu, ia mendapatkan contoh dari sebuah majalah. Cuplikan gambar itu sudah kelihatan kusam. DIa juga ikuti instruksi yang diberi faksi pemesan berkaitan gambar yang diharapkan.

Menurut Bernardus, gambar yang sampai sekarang ini menghias kaleng biskuit Khong Guan itu sedikit berlainan dengan gambar contoh yang diberikan padanya.

“Ya hanya ini pakaiannya warna kuning, ini merah. Selanjutnya anaknya ini agak digeser kemari, ini menjadi pegang biskuit. Ya demikian saja,” tuturnya.

Riwayat dan pemilik Khong Guan

Berdasar info dari situs resminya, Khong Guan dibangun oleh kakak adik asal Fujian, China, yaitu Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

Ke-2 nya sebagai imigran yang tinggal di Singapura. Awalannya, mereka berdua bekerja dalam suatu pabrik biskuit lokal untuk memberikan nafkah keluarganya.

Namun, sesudah Jepang menginvasi Singapura, Chew Choo Keng dan chew Choo Han selanjutnya ke Perak, Malaysia, untuk berlindung.

Tidak cuman berlindung, di Malaysia juga ke-2 nya membuat biskuit tanpa mesin untuk dipasarkan. Biskuit bikinan ke-2 nya sebetulnya cukup laris, tetapi karena kekurangan suplai tepung dan gula, kakak adik itu juga berpindah jadi penjual garam dan sabun.

Sesudah Singapura terlepas dari Jepang, kakak adik itu selanjutnya kembali lagi ke Negeri Singa itu dan mengawali lagi usaha biskuit yang sempat ditekuninya.

Keberhasilan Khong Guan

Biskuit Khong Guan alami awalnya keberhasilan saat Chew Choo Han secara kebenaran mendapati beberapa mesin pembikin biskuit yang telah rusak dan tua karena perang.

Antiknya, mesin itu datang dari pabrik tua tempat mereka dahulu bekerja yang sudah dipasarkan oleh pemiliknya.

Chew Choo Han selanjutnya menghasilkan kue biskuit dengan mesin semi-otomatis itu. Mesin itu termasuk simpel, pendorongnya memakai rantai sepeda untuk mengalihkan biskuit pada mekanisme konveyor.

Pemasaran biskuit hasil produksinya juga bertambah cepat. Pada 1947, Khong Guan Biscuit Faktory (Singapore) Limited disahkan di Singapura.

Khong Guan selanjutnya lakukan pengembangan usaha ke beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Seterusnya, pabrik Khong Guan dibangun di sejumlah kota pesisir di China di awal 1980-an.

Di Indonesia, Khong Guan menghasilkan kue yang lain, salah satunya Malkist rasa abon, Malkist Crackers, dan Khong Guan Saltcheese Combo, dan yang paling populer ialah Khong Guan Red Assorted Biscuits.