OR [rank_math_breadcrumb]

Arab Saudi Memberlakukan Denda Rp38 Juta Untuk Siapa Saja yang Umrah Tanpa Ijin, Lihat Ketentuannya

  • 2 min read
  • Apr 03, 2022

Kementerian Keamanan Khalayak Arab Saudi mengingatkan pada Sabtu (2/4/2022), jika siapa saja yang ketangkap tiba untuk lakukan umrah tanpa ijin akan dikenakan denda sejumlah 10.000 Riyal Saudi (sekitaran Rp38 juta).

Kementerian Keamanan Khalayak menjelaskan ijin jamaah haji akan dicheck dalam program Tawakkalna dengan mencocokkannya dengan identitas nasional, rumah, nomor paspor atau nomor tepian, selainnya memperbandingkannya dengan tanggal yang ditetapkan untuk lakukan umrah yang diputuskan dalam ijin.

Dikutip dari Saudi Gazeete, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan Kementerian Keamanan Khalayak Arab Saudi sudah mengutamakan ke pendatang yang ingin lakukan umrah akan keutamaan memperoleh ijin lewat program Tawakkalna atau Eatamarna.

Kementerian mengingatkan jika penerapan umrah tidak dibolehkan tanpa memperoleh ijin.

Perlu dicatat jika Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah umumkan awalnya jika jamaah tak perlu memperoleh ijin dan membuat janji untuk lakukan shalat di Masjidil Haram di Mekah, tapi harus tetap melakukan untuk umrah dan sholat di Al-Rawdah Sharifa.

Kementerian Haji dan Umrah sudah batasi umur minimal untuk memperoleh ijin lakukan umrah dan sholat di Al-Rawdah Sharifa cuman untuk anak-anak berumur lima tahun ke atas.

23 juta ijin umrah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sendiri menulis sudah keluarkan 23 juta ijin umrah semenjak awalnya musim.

Juru Berbicara Service Haji dan Umrah Arab Saudi, Hisyam Al-Saeed, menjelaskan jika masyarakat, warga, dan pengunjung yang tiba di luar Kerajaan sudah mendapatkan faedah dari service penerbitan ijin umrah sepanjang bulan suci Ramadhan.

Al-Saeed menulis jika banyaknya orang yang ingin lakukan Umrah besar sekali, terutamanya sesudah informasi Raja Salman untuk meluluskan pemakaian kemampuan penuh dari Masjidil Haram di Mekah dan Mushola Nabawi di Madinah.

Informasi ini ada sesudah mengambil perlakuan beberapa prosedur penangkalan Covid-19 yang dikenalkan untuk membendung penebaran wabah.

Al-Saeed menyongsong beberapa peziarah sekalian berbicara, “Kami sudah siap untuk jumlah berapa saja”.

“Usaha di atas lapangan oleh Pasukan Khusus Penyelamatan Haji dan Umrah, Kepresidenan Umum Masalah Dua Masjidil Haram, dan Kementerian Haji dan Umrah yang diwakilkan oleh kader lapangan, sudah menyiapkan Dua Mushola Suci secara penuh untuk jumlah jamaah ini,” ungkapkan ia.

Ia menulis jika kader lapangan siap mengurus keramaian dengan cara professional yang umum.

Sekitar 56 negara sudah mendapatkan faedah dari service penerbitan ijin umrah saat sebelum masuk Kerajaan sampai sekarang ini.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi awalnya sudah memungkinkannya pemegang semua tipe visa untuk membikin janji untuk lakukan umrah saat sebelum masuk Kerajaan lewat program Eatamarna.

“Mereka yang ingin lakukan umrah harus memiliki visa untuk masuk Kerajaan,” ungkapkan Kementerian itu.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengutamakan keutamaan pastikan masa aktif visa saat mendaftarkan dan pesan di program Eatamarna.

Ijin umrah akan automatis diurungkan bila orang itu sudah terkena Covid-19 atau sudah berkontak sama orang yang terkena, apabila pemegang visa tidak masuk ke Arab Saudi 6 jam saat sebelum tanggal pemesanan untuk lakukan umrah.

Orang yang tidak divaksin Covid-19 atau yang belum menuntaskan imunisasi komplet dijumpai bisa lakukan umrah dan masuk ke Masjidil Haram dan Mushola Nabawi, tapi dengan persyaratan tidak terkena virus corona atau sempat berkontak sama orang yang sudah ditegaskan terkena virus.