OR [rank_math_breadcrumb]

Akseptasi IPDN 2022: Paket, Persyaratan dan Ongkos Registrasi

  • 3 min read
  • Apr 11, 2022

Penyeleksian Akseptasi Calon Praja (SPCP) Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) 2022 dibuka mulai 9 April 2022.

Ini jadi berita baik untuk yang menunggu registrasi IPDN 2022 kapan dibuka. Agenda registrasi IPDN 2022 berjalan sampai 30 April 2022 kedepan. Apa persyaratan masuk IPDN 2022?

Berkaitan ini, juga penting pahami paket akseptasi IPDN 2022. Karenanya, artikel akan membahas hal itu, komplet dengan info sekitar ongkos masuk IPDN 2022.

Paket IPDN 2022

Diambil dari situs spcp.ipdn.ac.id, IPDN mempunyai keseluruhan paket akseptasi sekitar 1.230 calon praja. Perincian paket akseptasi IPDN 2022 berbeda di setiap wilayah.

Berikut paket IPDN 2022 per propinsi secara lengkap:

– Aceh: 50
– Sumatera Utara: 70
– Sumatera Barat: 42
– Riau: 28
– Kepulauan Riau: 18
– Jambi: 26
– Sumatera Selatan: 38
– Kepulauan Bangka Belutung: 18
– Bengkulu: 24
– Lampung: 34
– DKI Jakarta: 16
Jawa Barat: 58
– Banten: 20
– Jawa tengah: 14
– DI Yogyakarta: 14
– Jawa Timur: 80
– Kalimantan Barat: 32
– Kalimantan tengah: 32
– Kalimantan Timur: 24
– Kalimantan Selatan: 30
– Bali: 22
– Nusa Tenggara Barat: 24
– Nusa Tenggara Timur: 48
– Sulawesi Selatan: 52
– Sulawesi tengah: 30
– Sulawesi Utara: 34
– Gorontalo: 16
– Sulawesi Tenggara: 38
– Maluku: 26
– Maluku Utara: 24
– Papua: 109
– Papua Barat: 49
– Sulawesi Barat: 16
– Kalimantan Utara: 14
– Jumlah: 1.230

Persyaratan daftar IPDN 2022

Ada beberapa ketetapan berkaitan persyaratan masuk IPDN 2022 yang mencakup syarat umum, syarat administrasi, dan syarat khusus.

Berikut syarat umum registrasi IPDN 2022:

– Masyarakat Negara Indonesia;
– Umur peserta penyeleksian minimum 16 (enam belas) tahun dan optimal 21 (dua puluh satu) tahun di tanggal 1 Agustus 2022; dan
– Tinggi tubuh pendaftar untuk pria minimum 160 cm dan wanita minimum 155 cm.

Dan syarat administrasi registrasi IPDN ialah:

– Memiliki ijazah terendah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) terhitung alumnus Paket C, untuk alumnus Tahun 2019 s.d. 2022, dengan ketetapan:
– Nilai Rerata Ijazah minimum 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rerata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah; dan
– Nilai Rerata Ijazah untuk Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat minimum 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rerata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah.

– Untuk yang mendapat ijazah dari sekolah di luar negeri harus mendapatkan legitimasi dari Kementerian Pengajaran, Kebudayaan, Penelitian dan Tehnologi;
– KTP-el untuk peserta yang berumur 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) untuk yang belum mempunyai KTP-el;
– Domisili minimum 1 (satu) tahun di propinsi tempat mendaftarkan dengan cara sah terhitung di tanggal awalnya registrasi yang ditunjukkan diantaranya dengan KTP-el, KK dan Surat Berpindah (untuk yang berpindah rumah) dan document yang lain terkait dengan domisili, dieksepsikan untuk orangtua (Bapak/Ibu Kandungan) peserta yang terlahir di tempat registrasi ditunjukkan dengan akte kelahiran orangtua dan/atau surat peletakan berpindah pekerjaan orangtua dari lembaga masing-masing. Jika bisa dibuktikan lakukan duplikasi/pemalsuan/eksperimen info akan ditindak sesuai hukum yang berlaku;
– Surat Info Kelas XII SMA/MA yang diberi tanda tangan oleh Kepala Sekolah atau petinggi yang berkuasa dan dicap/distempel basah, untuk pelajar SMA/MA alumnus Tahun Tuntunan 2021/2022;
– Surat Info Orang Asli Papua (OAP) khusus untuk peserta OAP yang diberi tanda tangan oleh Kepala Tubuh Kepegawaian Wilayah Kabupaten/Kota masing-masing dan ketahui Ketua/Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP);
– Kesepakatan Integritas;
– Surat Info Bebas Narkoba yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polri/Rumah Sakit Pemerintahan/Swasta atau Tubuh Narkotika Nasional Propinsi/Kabupaten/Kota;
– Surat Info Tidak Buta Warna yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pemerintahan/Swasta
– Alamat e-mail yang aktif; dan
– Pasfoto warna ukuran photo 4×6 cm dengan menghadap di depan dan tidak menggunakan kacamata, dan kenakan baju lengan panjang warna putih polos dengan background merah.

Paling akhir, ada syarat khusus yang perlu disanggupi sebagai persyaratan masuk IPDN 2022 seperti berikut:

– Sedang tidak jalani atau terancam hukuman pidana karena lakukan kejahatan;
Tidak bertindik atau sisa ditindik telinganya atau anggota tubuh yang lain untuk peserta pria, terkecuali karena ketetapan agama/adat;,
– Tidak bertato;
– Tidak memakai kacamata/lensa kontak;
– Tidak pernah menikah/kawin, untuk pendaftar wanita tidak pernah hamil/melahirkan;
– Tidak pernah dihentikan sebagai Praja IPDN dan perguruan tinggi yang lain dengan tidak hormat;
– Jika pendaftar dipastikan lulus dan ditetapkan sebagai Praja IPDN, karena itu pendaftar:
Mampu tidak menikah/kawin sepanjang ikuti pengajaran;
– Siap dipilih jadi CPNS/PNS dan ditugaskan/ditaruh di semua daerah Negara Republik Indonesia untuk yang pilih paket propinsi dan untuk yang pilih paket Kabupaten/Kota siap dipilih jadi CPNS/PNS berdasar paket opsi di saat registrasi;
– Siap ditaruh di proses evaluasi di semua universitas IPDN;
– Siap mematuhi semua ketentuan yang berjalan di IPDN;
– Siap dihentikan sebagai Praja IPDN bila lakukan Pelanggaran Disiplin Praja seperti ditata dalam Dasar Tata Kehidupan Praja; dan
– Jika pendaftar bisa dibuktikan lakukan pemalsuan identitas/document syarat di atas, karena itu pendaftar dipastikan GUGUR.

Ongkos masuk IPDN 2022

Penerapan SPCP IPDN Tahun 2022 tidak diambil ongkos, terkecuali pada tahapan Penyeleksian Kapabilitas Dasar (SKD) dikenai ongkos Akseptasi Negara Bukan Pajak (PNBP) SKD sejumlah Rp 50.000 per-orang.

Ketetapan berkenaan ongkos masuk IPDN 2022 itu sesuai ketetapan Ketentuan Pemerintahan Nomor 63 Tahun 2016 mengenai Tipe Dan Biaya Atas Tipe Akseptasi Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Tubuh Kepegawaian Negara.

Adapun tata cara pembayaran ongkos SKD bisa disaksikan pada web https://dikdin.bkn.go.id/ sama sesuai code billing yang dikeluarkan oleh BKN.

Itu info sekitar paket akseptasi IPDN 2022, ongkos masuk IPDN 2022, sampai persyaratan masuk IPDN 2022.